Para Milenial Bingung, Nikah atau Punya Rumah Dulu? Cek Pertimbangannya!

Hidup memang penuh dengan dilema, setiap orang dituntut untuk memilih. Banyak pilihan yang harus ditentukan, salah satunya soal nikah atau punya rumah dulu?

Artikel Finansialku kali ini akan membahas tuntas akan pilihan yang harus segera dipilih oleh para milenial.

Penasaran? Yuk simak ulasannya!

 

 

Dilema Nikah atau Punya Rumah Dulu

Keresahan sering muncul dalam hubungan pasangan muda yang ingin segera mengikat janji suci dengan pernikahan.

Masalahnya klasik, yaitu belum punya rumah sendiri untuk nantinya ditempati dengan istri atau suami.

Memilih di antara menikah atau punya rumah sendiri terlebih dahulu sebenarnya kembali lagi kepada kamu yang akan menjalaninya.

Semua memiliki prioritasnya masing-masing serta kondisi latar belakang yang berbeda.

Melihat hal tersebut, maka kali ini saya akan coba berbagi pengalaman saya beserta suami.

Semoga bisa memberikan gambaran untuk menentukan langkah apa yang harus kamu ambil nantinya.

Sama seperti kamu, saat menikah, posisi saya dan suami belum memiliki rumah.

Sama seperti pasangan pada umumnya, galau memilih antara nikah atau rumah dulu.

Kebetulan saat itu kami sudah ingin menikah, mengingat waktu pacaran kami sudah cukup lama.

Kebetulan juga saya dan suami adalah anak bungsu, dan biasanya, sesuai dengan aturan adat kami bahwa anak bungsu mendapatkan tanggung jawab untuk tinggal dan merawat orang tuanya.

Itulah mengapa akhirnya kami tidak mau ambil pusing memiliki rumah dulu. Terlebih rumah di kota tempat kami tinggal harganya bukan main, bisa bikin meriang pokoknya.

Nikah atau Punya Rumah Dulu 2 Finansialku

Kami pun memutuskan untuk menikah, tinggal di rumah orang tua suami sembari menabung mempersiapkan DP untuk rumah sendiri.

Nah, jika kamu sedang mengalami kondisi seperti ini mana yang akan kamu pilih nikah atau punya rumah dulu?

Saya sempat menanyakan hal ini kepada beberapa teman yang memang sedang bingung antara memutuskan menikah atau membeli rumah.

Nyatanya, ada salah satu teman saya yang memberikan jawaban keren atas permasalahan ini.

Sebut saja Dinda, ia menjawab,

“Keduanya bisa diwujudkan secara bersamaan, apalagi jika kamu sudah memiliki calon pasangan yang siap untuk diajak ke pelaminan dan setelah itu mau untuk bersusah payah cicil rumah atau apartemen sendiri.”

 

Benar juga sih apa yang Dinda katakan. Tapi, untuk mewujudkan kedua hal tersebut bukankah memerlukan modal yang sangat ekstra?

Modal untuk biaya nikah saja sudah lumayan besar, ditambah biaya beli rumah.

Jumlahnya saja bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran untuk hitungan rumah di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya.

Belum lagi ada impian lainnya yang ingin diwujudkan, seperti punya kendaraan pribadi, nonton konser, travelling setahun sekali dengan pasangan untuk melepas penat, dan sebagainya yang tentu saja semuanya membutuhkan uang.

Tak bisa dipungkiri sebagai generasi milenial, kita memiliki banyak impian yang ingin diwujudkan.

Terutama impian yang bernilai positif bagi pengembangan dan apresiasi diri, di antaranya menikah dan memiliki rumah sendiri.

Sayangnya, keinginan tersebut kerap menjadi konflik pribadi karena terbentur dengan biaya.

Efeknya, bisa jadi kamu galau karena belum mapan secara finansial.

Sebenarnya kamu bisa memulainya dari hal kecil, seperti melakukan perencanaan keuangan yang baik dan benar.

Kamu bisa mendapatkan sejumlah keuntungan jika kamu mulai melakukan perencanaan keuangan saat ini juga!

Finansialku telah merangkum sejumlah tips dan trik yang sangat cocok untuk kamu praktikkan.

Ayo lakukan sekarang juga, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Selain itu, masih ada lho solusi lainnya yang bisa kamu coba.

So, daripada terus-terusan bingung, ini dia tiga solusi praktis yang bisa kamu praktikkan untuk wujudkan mimpimu punya rumah sendiri!

 

3 Tips Jitu Agar Cepat Punya Rumah Sendiri

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tiga tips jitu utamanya ialah sebagai berikut:

 

#1 Timbang Kemampuan Kamu dan Pasangan

Sudah seharusnya masalah uang dihadapi dengan realistis.

Setelah menentukan tujuan keuangan dan menentukan mana yang jadi prioritas dalam jangka pendek maupun panjang, langkah selanjutnya adalah berhitung.

Coba kamu hitung agar kamu dan pasangan tau bagaimana kondisi keuangan kalian, apa sudah ada di fase kenyamanan, keamanan, atau belum keduanya?

Cek kembali tabungan, investasi, dan aset-aset yang kalian miliki. Apakah sudah cukup untuk mewujudkan tujuan keuanganmu? Misalnya saja beli rumah atau apartemen.

Atau bahkan sebaliknya, keuanganmu saat ini cenderung minus karena masih berkutat dengan utang kartu kredit yang belum lunas.

Hal ini perlu dilakukan agar kamu dan pasangan tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi keuangan kalian.

Oh ya, kamu bisa menggunakan fitur Financial Health Chek Up yang ada di aplikasi Finansialku lho!

Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu men-download terlebih dahulu aplikasinya melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Setelah itu, kamu bisa langsung membuka aplikasi Finansialku, kemudian:

  1. Pilih menu “Financial Health Chek Up”.

Financial Health Check Up Aplikasi Finansialku

 

  1. Kemudian masukkan sejumlah data yang diinginkan. Klik “Lanjutkan”.

Financial Health Check Up Aplikasi Finansialku 1

 

  1. Setelah itu, kamu akan mendapatkan sejumlah rasio yang menjelaskan kondisi tabungan dan pendapatan pasif kamu. Misalnya saja seperti di bawah ini:

Financial Health Check Up Aplikasi Finansialku 2

 

  1. Jika kamu ingin melakukan pengecekan kondisi keuangan lebih lanjut, klik “Lanjut” pada bagian bawah.
  2. Isi kembali sejumlah data yang diinginkan. Klik “Lanjutkan”.

Financial Health Check Up Aplikasi Finansialku 3

 

  1. Setelah itu, kamu akan mendapatkan sejumlah rasio yang menjelaskan kondisi aset, likuiditas, utang, hingga solvabilitas. Misalnya saja seperti di bawah ini:

Financial Health Check Up Aplikasi Finansialku 4

 

Apapun hasilnya nanti, bila ternyata keuanganmu tidak terlalu baik, jangan bersedih.

Belajarlah untuk lebih disiplin dalam mengatur uang dan susun strategi untukmenambah pendapatan, mengurangi pengeluaran, tak perlu hingga melunasi utang.

Lakukan yang terbaik sesuai kemampuanmu, asal tidak mengarahkanmu ke hal yang negatif.

 

#2 Buat Tujuan Keuangan Bersama Pasangan

Bagi kamu yang sudah memiliki pasangan dan mulai berencana ke tahap yang serius, yakni pernikahan, tentunya kamu wajib mulai membicarakan kondisi keuangan dan impian keuangan dengan pasangan.

Topik keuangan seputar gaji, nilai aset, utang, hingga rencana tinggal di mana, dan lainnya sebaiknya sudah diskusikan bersama pasangan agar kamu bisa mengatur keuangan bersama dengan tujuan yang lebih jelas.

Oh ya, apakah kamu tahu bahwa kesalahan umum yang kerap dilakukan milenial ialah cenderung tidak memiliki arah dan tujuan keuangan?

Hal ini diungkap oleh Douglas Boneparth dalam bukunya “Millennial Money Fix“.

5 Langkah Mencapai Tujuan Keuangan Pribadi 01 - Finansialku

Seperti dikutip dari Business Insider, Boneparth menegaskan seharusnya milenial yang telah memiliki penghasilan sendiri bisa mengidentifikasi tujuan keuangan hingga mewujudkannya.

Sebagai generasi milenial, kamu tentunya ingin keuanganmu dan pasangan menjadi lebih baik bukan?

Jadi, memiliki tujuan keuangan yang jelas itu hal penting yang tidak bisa ditawar lagi.

Hal ini berlaku juga bagi semua milenial, termasuk para lajang.

Sembari menunggu jodoh datang, ada baiknya kamu menyusun apa saja tujuan keuanganmu dan memperbanyak menabung ataupun investasi guna biaya nikah hingga beli properti sendiri.

 

#3 Gunakan KPR

Setelah berhitung dan kamu sudah tahu apa yang jadi tujuan keuanganmu, semisal beli rumah atau apartemen, langkah selanjutnya ialah wujudkan mimpimu.

Jika kondisi keuangan kamu dan pasangan belum terlalu banyak namun masih sehat, kamu masih bisa membeli rumah dengan memanfaatkan keberadaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

KPR bisa menjadi solusi tepat untuk generasi milenial yang ingin membeli properti.

Tapi ingat ya, pastikan kamu memilih KPR yang tepat agar tidak memberatkan keuanganmu di masa mendatang.

Saat ini sudah banyak KPR yang memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin memiliki rumah baru ataupun bekas dengan jangka waktu kredit hingga 25 tahun.

Cari KPR yang suku bunganya ringan dan tetap selama 4 tahun pertama.

Cari juga penawaran suku bunga istimewa, biasanya berkisar 6.75%per tahun efektif fixeddua tahun pertama, dan 7,75% per tahun efektif fixed dua tahun berikutnya.

Sekarang sudah banyak KPR yang membebaskan kamu untuk menentukan sendiri jumlah angsuran yang diinginkan.

Artinya, kamu bisa mencicil rumah tanpa harus merubah gaya hidup secara drastis.

 

Beli Rumah Itu Mudah

Menikah memang menjadi idaman setiap orang. Namun, masih banyak yang belum mengetahui bahwa menikah merupakan “awal” dari penentuan kedewasaan.

Hal ini dikarenakan kamu akan dihadapkan oleh sejumlah masalah yang biasanya tidak disangka, salah satunya impian untuk memiliki rumah sendiri.

Harganya yang semakin melambung tinggi memang menjadi penghalang utama. Namun, sebenarnya membeli rumah itu mudah kok.

3 tips di atas sangat membantu kamu untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri, asalkan yakin dan tidak mudah putus asa.

Ayo lakukan sekarang juga untuk menggapai mimpimu!

 

Semoga artikel ini membantu kamu dalam menentukan impian-impian kamu ya sahabat. Tinggalkan pendapat dan komentarmu di kolom yang sudah disediakan untuk menanggapi isu-isu yang kini sering dihadapi kaum milenial! Good luck!

 

Sumber Referensi:

  • Ratna Wahyuningsih. 3 September 2018. Nikah atau Punya Rumah Dahulu? Ini Pilihan Tepat buat Generasi Milenial. https://goo.gl/ZgJJuf

 

Sumber Gambar:

  • Nikah atau Punya Rumah Dulu 1 – https://goo.gl/36hNuf
  • Nikah atau Punya Rumah Dulu 2 – https://goo.gl/dvyPxF
About the author

Leave a Reply