Wadahi Produk UMKM Kota Malang Lewat Rumah Solusi

    0
    39

    Malang- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuka sebuah rumah yang khusus untuk memfasilitasi produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Panggon tersebut dilabeli Rumah Solusi. Rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Malang dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kota Malang.

    Rumah Solusi terletak di Gedung Kartini Imperial Building, Kota Malang. Bangunan ini dibuat seperti minimarket. Beragam produk ditawarkan di sana. Mulai dari kuliner hingga hasil kerajinan.

    Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Malang Widayati Sutiaji mengatakan, Rumah Solusi siap menawarkan produk-produk unggulan Kota Malang. “Rumah Solusi ini juga dilengkapi dengan bahan pokok untuk kebutuhan rumah tangga dengan harga grosir,” ujarnya.

    Hadirnya Rumah Solusi ini sebagai salah satu bentuk penguatan UMKM yang ada di Kota Malang. Harapannya, ke depannya bisa mengembangkan ekonomi riil dengan pola manajemen milenial. Bahkan diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran. “Dengan mengedepankan sistem kegotongroyongan, bisa mengurangi angka pengangguran. Kemajuan UMKM memberikan pengaruh terhadap penyediaan lapangan kerja,” terangnya.

    Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pihaknya memberi dukungan dan apresiasi penuh terhadap Rumah Solusi. “Rumah Solusi diharapkan bisa mengalahkan toko modern yang ada, seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Kulon Progo,” katanya.

    “Mereka bisa mengakuisisi toko modern menjadi toko milik rakyat. Sehingga saya berharap, semangatnya ibu-ibu di sana bisa diterapkan di Kota Malang,” lanjutnya.

    Dengan hadirnya rumah solusi ini juga menjadi wadah bagi produk-produk UMKM agar bisa mempunyai pasar yang lebih luas. “Sambil menunggu mal UMKM, Rumah Solusi bisa digunakan sebagai tempat untuk men-display UMKM dan melakukan pembinaan,” sambungnya.

    Saat ini, Rumah Solusi diisi oleh para pelaku UMKM di Kota Malang. Namun ke depannya, pihaknya juga bakal menggandeng beberapa stakeholder agar turut men-display barang dan menyediakan bahan pokok yang lebih murah. “Ke depan, kami akan menggandeng perbankan. Rencananya, pembayaran akan menggunaan ATM dan akan berbasis koperasi,” pungkasnya.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here